Riset Komdig Sosial Media

(observasi/survei) mengenai topik yang
berkaitan dengan komunikasi digital.

1.Infografis

Narasi Penjelasan Infografis

Infografis ini disusun berdasarkan hasil riset mengenai persepsi dan perilaku etika komunikasi digital di kalangan generasi muda, khususnya pengguna aktif media sosial berusia 18–20 tahun. Riset dilakukan melalui kuesioner daring dengan fokus pada kebiasaan penggunaan media sosial, tingkat kenyamanan beropini, serta paparan terhadap pelanggaran etika digital.

Konteks Riset

Riset ini berangkat dari meningkatnya intensitas penggunaan media sosial di kalangan generasi muda. Sebagian besar responden menggunakan media sosial lebih dari lima jam per hari. Penggunaan yang sangat tinggi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatif, terutama terkait etika komunikasi dan kualitas interaksi digital. Media sosial yang awalnya berfungsi sebagai ruang berbagi informasi kini juga menjadi ruang penuh risiko seperti hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan daring.

Masalah yang Diamati

Analisis dari data menunjukkan sejumlah isu utama:

  • Paparan pelanggaran etika semakin tinggi pada heavy users, yaitu mereka yang menggunakan media sosial lebih dari 5 jam/hari.
  • Meskipun memahami pentingnya etika digital, banyak responden yang merasa tidak nyaman menyampaikan opini pribadi karena takut disalahpahami atau diserang.
  • Kebiasaan verifikasi informasi belum dilakukan secara konsisten, sehingga meningkatkan risiko penyebaran informasi salah.
  • Mayoritas responden mengakui bahwa perilaku komunikasi masyarakat berubah drastis sejak maraknya media sosial.

Temuan Utama

Infografis merangkum beberapa hasil penting dari survei:

  1. Korelasi kuat antara durasi penggunaan dan paparan konten negatif. Semakin lama waktu yang dihabiskan di media sosial, semakin sering pengguna menemukan hoaks dan ujaran kebencian.
  2. Krisis kenyamanan digital. Banyak pengguna merasa kurang aman dalam menyampaikan pendapat di ruang digital, menunjukkan adanya penurunan keamanan psikologis.
  3. Kesadaran tinggi terhadap pentingnya etika, tetapi tindakan nyata seperti menegur perilaku tidak etis masih jarang dilakukan.
  4. Hampir seluruh responden menyatakan kebutuhan akan edukasi etika digital, baik formal maupun non-formal.

Kesimpulan

Riset ini menegaskan bahwa media sosial adalah ruang komunikasi yang bersifat dualistik: memberikan kemudahan dan peluang, namun juga membawa risiko besar terhadap kualitas etika digital. Generasi muda memahami pentingnya etika, tetapi faktor lingkungan digital yang keras membuat mereka enggan berpendapat dan tidak selalu melakukan verifikasi informasi. Oleh karena itu, edukasi literasi digital dan penciptaan ruang digital yang lebih aman menjadi kebutuhan yang mendesak.


#DigitechUniversity #KomunikasiDigital